Balai Besar KSDA Sulsel Perkuat Pengamanan di Luar Kawasan Konservasi melalui Patroli Gabungan

Makassar  (12/10/2026) | Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah II dan Resor KSDA Kota Makassar bersinergi dengan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sulawesi, PELNI, Pelindo, Polres Pelabuhan Makassar dan Polsek Pelabuhan Soekarno Hatta melaksanakan patroli gabungan perlindungan dan pengamanan di luar Kawasan Konservasi di wilayah Sulawesi Selatan.

Okt 15, 2026 - 15:29
Balai Besar KSDA Sulsel Perkuat Pengamanan di Luar Kawasan Konservasi melalui Patroli Gabungan
Dokumentasi KSDA Sulsel

Balai Besar KSDA Sulsel Perkuat Pengamanan di Luar Kawasan Konservasi melalui Patroli Gabungan

Makassar  (12/10/2026) | Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah II dan Resor KSDA Kota Makassar bersinergi dengan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sulawesi, PELNI, Pelindo, Polres Pelabuhan Makassar dan Polsek Pelabuhan Soekarno Hatta melaksanakan patroli gabungan perlindungan dan pengamanan di luar Kawasan Konservasi di wilayah Sulawesi Selatan.

Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi, khususnya selama musim kemarau yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ancaman terhadap kelestarian keanekaragaman hayati tidak hanya terjadi di dalam kawasan konservasi, tetapi juga di luar kawasan konservasi, termasuk pada jalur distribusi dan pengangkutan tumbuhan dan satwa liar melalui sarana transportasi darat, laut, maupun udara.

Selain memantau kondisi Pelabuhan dan keadaan di dalam kapal PELNI Labobar, kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi dan koordinasi antara Balai Besar KSDA Sulawesi dan sektor terkait untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan dan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi gangguan, serta mendorong kepedulian bersama terhadap kelestarian keanekaragaman hayati dan sumber daya alam.

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar merupakan salah satu transportasi laut yang memiliki peranan strategis dalam mobilitas orang dan barang dari Indonesia Timur ke Indonesia bagian barat. Kondisi tersebut memerlukan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengawasan terhadap kemungkinan terjadinya pengangkutan tumbuhan dan satwa liar secara ilegal, baik dalam keadaan hidup dan/atau mati maupun bagian-bagiannya, serta berbagai bentuk pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Patroli gabungan merupakan bentuk komitmen Kementerian Kehutanan sebagai langkah upaya preventif dan pengawasan melalui koordinasi serta sinergi dengan instansi terkait guna mencegah dan menindaklanjuti indikasi pelanggaran di bidang konservasi tumbuhan dan satwa liar sesuai kewenangan masing-masing. Kolaborasi dengan sektor lain menjadi langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan instansi terkait di lingkungan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.

Sementara itu, pihak Polres Pelabuhan Makassar, menegaskan pentingnya sinergi antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan kepolisian dalam menjaga peredaran tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi. Melalui koordinasi dan patroli bersama, potensi gangguan diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.

Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan berharap kerja sama dengan Polres Pelabuhan Makassar termasuk KSOP Utama Makassar dan pihak lain semakin solid dalam mewujudkan pelestarian tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.

Sumber Berita:

BBKSDA Sulawesi Selatan

Call Center BBKSDA Sulsel:

08114600883

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0