Dari Eboni hingga Monyet Dare: Hasil Inventarisasi Mahasiswa PKL di Suaka Margasatwa Ko'mara
Gowa- Mahasiswa PKL Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan inventarisasi tumbuhan dan satwa liar di Suaka Margasatwa Ko'mara di Kabupaten Gowa. Kegiatan ini melibatkan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Petugas Resor Ko'mara sebagai upaya untuk menemukan potensi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi suaka margasatwa di Sulawesi Selatan ini.
Dari Eboni hingga Monyet Dare: Hasil Inventarisasi Mahasiswa PKL di Suaka Margasatwa Ko'mara
Gowa - Mahasiswa PKL Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan inventarisasi tumbuhan dan satwa liar di Suaka Margasatwa Ko'mara di Kabupaten Gowa. Kegiatan ini melibatkan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Petugas Resor Ko'mara sebagai upaya untuk menemukan potensi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi suaka margasatwa di Sulawesi Selatan ini.
Mahasiswa melaksanakan kegiatan inventarisasi dari tanggal 29 s.d. 30 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa mempraktikkan langsung ilmu di bangku kuliah di tingkat tapak. Pada saat inventarisasi, ditemukan beberapa jenis flora lokal antara lain Eboni (Dyospiros celebica), Cenrana (Pterocarpus indicus), Aren (Arenga pinnata) dan berbagai jenis bambu. Selain itu, ditemukan pula fauna endemik seperti Monyet Dare (Macaca maura), jejak Babi, berbagai jenis burung, dan berbagai jenis kupu-kupu.
Selanjutnya pada tanggal 31 Juni, peserta PKL melakukan Sosialisasi Kawasan Konservasi di SDN Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut dimaksudkan agar anak-anak dapat mengetahui peran penting Suaka Margsatwa Ko'mara dalam pembangunan berkelanjutan. SM Ko'mara memiliki manfaat bagi ekosistem, misalnya menjadi habitat bagi beragam fauna dan flora lokal setempat, sumber air minum dan irigasi serta sumber plasma nutfah. Selain itu, SM Ko'mara juga berperan sebagai pelindung alami dari longsor dan banjir serta perubahan iklim. Karenanya, pelestarian kawasan Suaka Margasatwa Ko'mara yang terletak di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar ini adalah hal penting dan jadi tanggung jawab bersama. Hal ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan khususnya Tujuan 15 – Ekosistem Darat: Melindungi dan merestorasi ekosistem daratan serta keanekaragaman hayati.
Keberadaan SM Ko'mara menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi ancaman kekeringan. “Harapannya adalah tetap berkelanjutan, sehingga kawasan ini tetap lestari di wilayah kami dan bisa mencegah berbagai macam hal yang berkaitan dengan kerusakan hutan. Hal ini juga bisa memotivasi warga setempat agar tetap melestarikan hutan yang sudah ada di Desa kami,” ungkap Daeng Talli, anggota MMP.
Suaka Margasatwa Ko'mara seluas 2972 Ha terletak di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan. Kawasan ini juga penyumbang air bagi kelangsungan Dam Bilibili yang merupakan sumber air minum bagi penduduk Kota Makassar dan sumber irigasi bagi lahan pertanian seluas 25 ribu hektar di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar.
Sumber Berita:
BBKSDA Sulawesi Selatan
Call Center BBKSDA Sulsel:
08114600883
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0
