BBKSDA Sulsel Musnahkan 180 Kg Daging Rusa Ilegal dan Selamatkan Belasan Ketam Kenari dilindungi

MAKASSAR – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi perdagangan ilegal satwa liar. Pada Rabu (15/4/2026), BBKSDA Sulsel secara resmi menerima penyerahan barang bukti hasil penindakan dari Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan.

Apr 17, 2026 - 18:02
BBKSDA Sulsel Musnahkan 180 Kg Daging Rusa Ilegal dan Selamatkan Belasan Ketam Kenari dilindungi
Dokumentasi KSDA Sulsel

BBKSDA Sulsel Musnahkan 180 Kg Daging Rusa Ilegal dan Selamatkan Belasan Ketam Kenari dilindungi

MAKASSAR – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi perdagangan ilegal satwa liar. Pada Rabu (15/4/2026), BBKSDA Sulsel secara resmi menerima penyerahan barang bukti hasil penindakan dari Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan.

Barang bukti yang diserahkan merupakan hasil tindakan di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta. Tercatat sebanyak 180 kg daging rusa dalam kondisi beku dan kering (dendeng) berhasil diamankan. Selain itu, petugas juga menyita 53 ekor Ketam Kenari (Birgus latro), di mana 41 ekor ditemukan dalam kondisi mati.

Sebagai langkah tegas untuk memutus rantai peredaran ilegal dan memastikan barang bukti tidak disalahgunakan, Balai Besar KSDA Sulsel bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulsel segera melakukan pemusnahan massal. Seluruh daging rusa dan puluhan Ketam Kenari yang telah mati dimusnahkan dengan cara dikubur sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Di tengah tindakan tegas tersebut, secercah harapan muncul bagi 12 ekor Ketam Kenari yang berhasil bertahan hidup. Satwa jenis avertebrata yang dilindungi ini kini tengah menjalani proses rehabilitasi di bawah pengawasan tim BBKSDA Sulsel. Setelah kondisi kesehatan mereka pulih, ketam ini akan ditranslokasi kembali ke habitat aslinya.

Perlu diketahui, Ketam Kenari atau Kepiting Kenari merupakan satwa langka yang distribusinya sangat terbatas, membentang dari Selat Makassar hingga ke daratan Papua. Perlindungan terhadap spesies ini menjadi sangat vital mengingat perannya yang besar dalam ekosistem dan populasinya yang kian terancam oleh perburuan liar.

Dengan sinergi antar-instansi yang semakin kuat di pintu masuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat, diharapkan angka penyelundupan satwa dilindungi dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian kekayaan hayati nusantara untuk generasi mendatang.

Sumber Berita:

BBKSDA Sulawesi Selatan

Call Center BBKSDA Sulsel:

08114600883

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0